Find Me
Tampilkan postingan dengan label My Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Poem. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 April 2017

Tanpa Judul



Enggan beranjak abaikan senja di sini....
menghirup sejuknya bayu merayu..
menatap lembayung jingga belai padi menguning...
tunggu mentari tenggelam sambut pagi menjelang...
deretan perbukitan berbaris tunggu giliran
memadukan mega dan bianglala tertata...
bayangkan....

sembari duduk di beranda 
nikmati hangat suguhan pisang goreng temani secangkir kopi
bukankah istimewa suasana ini semua..
tak juga semenit, sedetikpun tak ingin ku pergi...
hingga tibapun nanti...
renungan terlintas silih berganti
tersusun rapi penuh arti
serasa terajut, mengalun syahdu
penuhi relung jiwa 
damai
Read more ...

Jumat, 30 September 2016

Kawanku TC47 BEC 94

Kawan…
Renungkanlah dalam sepinya malam..
Tanyakan pada dalamnya laut yang membentang..
Dimana kita sedang berada sekarang..
Tapi kawan…
Sebelum tahu kita berada dimana
Sebelum tangis perpisahan membawa kita…
Pada pulau-pulau yang burung-bung takkan pernah singgah
Di sana di antara matahari dan bulan
Yang mengurung segala rindu..
Kita tak usah lagi merambah sepinya dermaga
Sebab selalu saja ada yang tertinggal..
Entah seriak air di bibir pantai
Seonggok pasir basah terurai..
Bahkan mercusuarpu tertinggal
Atau dentuman ombak yang tidak pernah selesai bercengkrama dengan pantai
Kawan…
Di sinilah kita sedang berada sekarang
Di sebuah bangunan sederhana penuh nilai,
Penuh makna yang teramat dalam
Yaaa kawan…
Di sinilah kita bernaung
Dalam satu untaian, satu kasih..
Satu buaian dan satu tujuan…
Kawan…
Dengan bergulirnya sang waktu
Dari hari ke hari, dari masa ke masa
Bukan berarti kita lupa akan segalanya
Di sinilah kita pernah mengukir sesuatu
Memori yang takkan pernah pupus
Sepanjang usia kita ada
Sebab kawan…
Di sinilah kita digembleng, diwejang, diarahkan
Yang pada awalnya disuguhi “what do you speak”…
Hingga sekarang “what has been spoken by you”?
Kawan…
Mengapa kita tidak merenungi diri
Bahwa di sini di Singgahan Pelem Pare Kediri
Ada sebuah sarang yang nyaman
Bagi kita tuk lepaskan kepenatan
Bahkan menghilangkan keraguan dan kegalauan
Di sinilah kita kawan…
Kampung Inggris di Kampus BEC tercinta
Titik tolak labuhan harapan kita


Memorial BEC TC47 
Singgahan Pelem Tulungrejo Pare Kediri 1994
Read more ...

Selasa, 09 Agustus 2016

Rentang Luka

Kala senja menjelang
Lembayung menggantung di ufuk Barat
Beranjak naik berganti kelabu
Sementara, unggas yang biasa bernyannyi
Lantunkan syair-syair indah menghilang
Ditelan gelapnya malam menjelang

Hanya kesunyian yang tersisa
Merasuk relunghati yang terluka, hampa...
Impian yang mendamba
Pudar diseret dingin yang membekukan badan

Akankah begini seterusnya....?
Padahal sudut mataku
Masih menangkap kerlip cayaha dikejauhan
Lamat mendekat menyentuh sisi luar pandangan
Seakan memaksa hasrat terpuruk dibelai senyap dingin

Mungkin...biar pupus....
Segenap ragu yang menghadang
Segala segala tanya yang terlontar
Setiap luka yang menganga
Seluruh duka yang mendalam

Harusnya ... yakin..suatu saat....
Mungkin nanti atau esok hari
Mungkin sewindu atau satu purnama
Mungkin semusim atau setahun
Mungkin satu repelita atau dasawarsa
Mungkin juga satu periode atau masa
Kan terangi jalanku....
Menegaskan tapakku..
Mewarnai hidupku...
Menulis sejarahku...


Harusnya....paling tidak ...
Akan ada cahaya..
Yang membias di dinding kalbuku
Menerangi sukma dan jiwaku..
Hingga benderang mengikis temaram
Dari gelap terbitlah terang
Bahagiapun menjelang
Aamiiin ya Rabb...

Jember, 13-2-1993


Keterangan: Puisi ini kutulis sekitar tahun 23 tahun silam, tepatnya menjelang malam tanggal 13 Februari 1993. Waktu itu masih duduk di kelas 2 SLTA. Dan hobbinya baca buku fiktif dan novel serta membuat puisi. Alhamdulillah beberapa puisiku seringkali juara Mading di sekolah (MAN 2 Jember) lumayan hadiahnya peralatan sekolah dan buku. Kebetulan waktu itu masih masa-masa sulit dalam segala hal. Sehingga kehidupan seakan belum berpihak terhadapku. Jauh dari orang tua yang merantau mencari rezeki, dan hidup dalam kondisi serba kekurangan. Saya yakin puisi ini masih mewakili hati yang sedih atau terluka di sepanjang masa.


Read more ...

Pergantian Tahun



Yaah....pupus sudah kenangan masa lalu
Biarlah memori terpendam rapi
Bersama impian dan khayalan

Kini di awal masa
Beriirn terbitnya sang surya
Kan kubuka lembaran baru
Kan kuhiasi warna pelangi
Kan kutulis jejak prestasi
Menyongsong hari penuh arti

Hidup, belajar, berjuang...
Hingga penat lumuri badan
Lumer pekatnya kebodohan
Cair bekunnya perasaan
Hangat senyuman menebar

Supaya hidup hayat di badan
Lega nafas terhembus
Kokoh kaki berpijak
Ringan langkah terbentang
Siaga menerjang rintangan

Masa tahun baru riang
Menyentuh setiap rasa manusia
Menggema di segenap jagat raya
Memercik indah bunga api di angkasa
Mewarnai maya pada

Dari margin terluar hingga ke inti terdalam
Dari pedalaman hingga kota besar
Dari terbawah hingga teratas
Dari sederhana hingga istimewa
Dari sibelia hingga lansia

Semuanya larut dalam suasana
Rayakan hari suka cita
Bertekat sambut isi dunia
Lupakan masalalu tatap masa depan

Seakan alpha bahwa peredaran masa diatur-Nya
Seharusnya hati masih di sanubari
Melihat senyatanya yang hakiki
Terpancar jelas memaknai
Sesungguhnya semesta menangis merajuk
Menegur setiap insan yang seringkali lupa
Keberadaan Tuhannya

                                                                                                01 Januari 1993

Keterangan: Sejak dulu seringkali menulis puisi pada saat momen tertentu. Seperti pada malam tahun baru. Maklum saya tinggal di kampung dengan segala keterbatasan. Sehingga jika ada moment seperti itu, hanya berdiam diri di rumah, dan mendengar kabar keramaiannya saja, tampa mampu menikmatinya. Saya pikir masih banyak yang berperilaku sama.
Read more ...
Designed By